The Story of the Coffee Boy from Riau Who Now Has 1000 Employees.
Back to News
May 13, 2025

The Story of the Coffee Boy from Riau Who Now Has 1000 Employees.

Ketertarikan pada dunia bisnis sudah tertanam dalam diri Roysevelt sejak masih kanak-kanak.


Setiap hari ia melihat orangtuanya berjuang menghasilkan kopi tradisional terbaik di Kepulauan Riau. Bahkan bisa dibilang Rosysevelt tumbuh bersama aroma biji kopi.


Menginjak dewasa, ia melanjutkan bisnis keluarga dengan nilai-nilai kesederhanaan, kerja keras, dan keinginan untuk melayani yang sudah tertanam dari dirinya.


Berbagai gempuran dunia bisnis termasuk kondisi Indonesia membawanya jatuh bangun hingga ia melebarkan sayapnya ke berbagai sektor bisnis.


Sebut saja manufaktur medis, makanan ringan, distribusi nasional, konstruksi, hingga ritel modern, dengan jumlah karyawan hampir 1.000 orang.


Pertama, fokus membangun usaha, namun jangan terlalu kaku dengan rencana awal.


“Kita harus kayak air dan selalu fleksibel melihat peluang, dan jangan ragu untuk berinovasi,” ungkap Roysevelt.


Ia mencontohkan saat usahanya tergempur habis-habisan oleh krisis pandemi Covid-19. Saat itu, permintaan kopi anjlok, kekhawatiran pun melanda karyawan. Melihat ini, perusahaan dituntut bertindak cepat.


Worcas kemudian melihat peluang. Mereka meluncurkan Boson, masker medis yang kini jadi andalan bisnis.


“Kami berinovasi dengan meluncurkan brand Boson untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ungkap Roysevelt.


“Kuncinya adalah komunikasi yang jujur dengan tim dan keberanian mencoba hal baru meski risikonya besar,” tambah dia.


Kemampuan adaptif ini penting, apalagi saat ini dunia bisnis dihadapkan pada ketidakpastian pasar, baik dari sisi daya beli masyarakat, hingga persaingan yang makin ketat.


See All News